Blessing in Disguise

Hari Senin, minggu kemarin seharusnya saya berada di Kota Maumere, Sikka, NTT. Namun karena keterlambatan pesawat dari Jakarta, saya dan seorang rekan saya terlambat mengejar pesawat transit dari Denpasar ke Maumere.

Kami tidak pernah menduga hal ini akan terjadi. Kami kemudian mengadu ke perwakilan maskapai pesawat yang membawa kami dari Jakarta ke Denpasar. Beruntung maskapai ini merespon dengan baik aduan kami. Meski tidak mendapat tiket pengganti, namun mereka menawarkan akomodasi dan konsumsi untuk kami karena tiket ke Maumere hari itu tidak tersedia. Tentu setelah melakukan diskusi yang sedikit panjang.

Semua jadwal yang sudah direncanakan berubah seketika. Ada sedikit rasa kesal karena kejadian ini. Namun di balik itu semua, kami terutama saya memilih untuk bersyukur karena kami bisa tinggal sehari di Bali. Tak tanggung-tanggung, maskapai yang bersangkutan menginapkan kami di sebuah hotel berbintang di kawasan Pantai Sanur. Sebuah liburan sehari mendadak yang menyenangkan!

Blessing in disguise, begitulah istilah yang tepat untuk kejadian yang kami alami minggu kemarin. Bagi saya, ini hanyalah satu dari banyak kejadian serupa yang saya dapat di kehidupan saya.

Dalam hidup ini, pengalaman yang kita anggap buruk bisa berubah menjadi sesuatu yang menyenangkan dan berharga. Tergantung dari perspektif mana kita mau memandang, bersyukur atau menggerutu.

Bersyukur tentu akan mendatangkan blessing tapi menggerutu tidak akan membawa hal-hal positif bagi diri kita.

Sebuah perahu di Pantai Sanur, 10 Mei 2016
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s