Introducing the Adorable Guitarists: Takeshi Sakasegawa & Ayumu Nishimura

Music Review! Ah finally, I have a time to write it *lebay dikit + sok sibuk*
Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis review singkat tentang dua musisi keren ini, tapi yah berhubung harus ini itu dan nulis ini itu yang lain plus faktor X dan Y, maka seperti biasa, rencana tinggallah rencana. Haha, yasudah, mari kita mulai membahas dua musisi yang dari namanya, sudah kelihatan darimana mereka berasal. Hehe, iyap, Jepang lagi *karena akhir-akhir ini saya banyak menulis soal Jepang, bukan berarti saya waeboo atau wapanese* Mereka berdua bukan duo sih, sama-sama gitaris yang secara nggak sengaja saya temukan di bagian recommended video YouTube, di tab sebelah kanan ketika saya sedang mengunjungi video-video Akira Kosemura. Awalnya sih cuek, lama-lama karena video bertuliskan huruf kanji itu sering muncul di recommended video, iseng-iseng saya masuk. Dan wow…! Lebih dahsyat dari Depapepe. Hehe. Ayumu Nishimura, yang pertama kali memikat perhatian saya dengan permainan gitar akustik yang harmonis, sendu, dan ambient. Desperado adalah lagu pertama yang saya dengar dari gitaris ini, lalu berlanjut dengan Twilight, Nostalgie, New Feelings dan Sunny Day Arrive! Karena saya seorang penggemar gitar akustik, rasa ketertarikan saya berubah menjadi rasa penasaran yang menuntun saya ke kotak kecil Google, ketik, lalu start mencari diskografi albumnya *siapa tau bisa di download buat di review -_-* … Dan ternyata Nishimura sudah memulai debut independen nya sejak tahun 2007. Wow! Dia bahkan sudah mengeluarkan dua album berjudul Emotion dan Gratitude.

Ayumu Nishimura

Berhari-hari saya menjelajahi Google untuk mencari tahu biografi, video dan diskografi Ayumu Nishimura, akhirnya saya terjebak ke sebuah portal music online dimana pengunjung bisa mendengar MP3 online tanpa harus mendownload. Di sinilan saya menemukan gitaris lain bernama Takeshi Sakasegawa. Sejak petikan gitar pertama dimainkan oleh gitaris kedua ini, saya merasakan sesuatu yang berbeda di bandingkan ketika pertama kali saya menemukan music-musik Ayumu. Permainan gitar Takeshi Sakasegawa lebih sendu, pelan dan sayu. Sedih. Little Kate adalah satu dari dua lagu yang bisa membawa pendengarnya masuk ke dalam suasana damai, tenang tapi galau. Hehe. Lagu lain, Niji no Kanata, walau hanya berdurasi satu menit lebih sedikit, namun bisa membawa pendengar ke sebuah pedesaan Jepang yang masih di liputi tradisi lama. Tidak seperti Nishimura, Sakasegawa belum merilis album dan masih bergerak secara full independent. Melalui reply tweetnya *kebetulan di reply :D * tahun depan dia berencana untuk membuat satu lagu lagi sebelum merilisnya menjadi EP. Jika ingin mendengar permainan kedua gitaris ajaib ini, silakan mampir ke YouTube dan ketik nama mereka. Setelah mendengar dan melihat permainan gitar mereka, anda pasti akan setuju dengan review singkat yang saya buat.
Cheers!

Takeshi Sakasegawa

(Belated) Greeting for December

Hello December! Congrats… you are always queued in the end of any year and I love you, as always.

Setelah menyelesaikan skripsi dan menunggu jadwal wisuda, Maret 2012, saya mempunyai banyak rencana untuk dilakukan akhir tahun ini, ya intinya menikmati hidup lah. Jalan-jalan, menulis di buku, ngeblog, maen music, download film dan album sebanyak mungkin (dasar jiwa download!), latihan bela diri dan hal-hal lain yang menyenangkan. Haha.. tapi rencana tinggallah rencana. Jalan-jalan sih oke, sering kalau itu mah. Tapi yang lain? Haduhh.. kalah oleh ‘sesuatu yang sangat menyita waktu’ dan hasilnya… saya vakum ngeblog hampir sebulan (Nggak penting juga sih Ren… WordPress sama blog walkers juga gak peduli lo mau ngeblog apa nggak… haha). Dan ‘sesuatu yang sangat menyita waktu’ itu lebih membuat saya stress berkepanjangan (halah!) daripada saat saya mengerjakan skripsi Emo selama satu setengah tahun. Duduk di depan monitor, me-restart kamus dan vocab English lalu mengetik berjam-jam. Aaaa… 24 jam sepertinya terlalu singkat bagi saya… I used to hate it but yea…T.T

‘sesuatu yang sangat menyita waktu’ itu memaksa saya begadang, terkurung di kamar dan hanya punya waktu luang di akhir pekan saja. Pusing. Beberapa album dan musisi keren yang ingin saya review pun terlantar karena akhir pekan saya pakai untuk ‘sesuatu yang lain’ yang juga menyita waktu (baca: refreshing-jalan-main-bersosialisasi T.T)

Yah begitulah… kegiatan saya di bulan Desember tahun ini dan alasan kenapa blog ini jarang di update. Tidak seperti tahun-tahun kemarin  yang sendu, penuh dengan khayalan negeri bersalju (??), refleksi, harapan serta rencana. Yang ada hanya kekurangan jam.

Semoga Desember tahun depan belom kiamat ya, jadi saya punya waktu lagi untuk menikmati bulan di akhir tahun :D (Yes Ren, you-are-so-RANDOM -_-)

NB: istilah sesuatu tidak terinsipirasi dari tayangan infotainment dan ‘artis berjambul itu’. Istilah itu diambil dari KBBI dengan Ejaan Yang sudah sangat Disempurnakan.